Temukan informasi lengkap tentang buku pilihan Anda
Pengembangan desa wisata tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam, kekayaan budaya, atau ketersediaan atraksi wisata. Faktor yang paling menentukan keberhasilannya adalah kualitas sumber daya manusia yang mengelola, mengembangkan, dan menjaga keberlanjutan desa wisata tersebut. Oleh karena itu, pelatihan menjadi instrumen strategis untuk membangun kapasitas masyarakat, kelembagaan lokal, serta ekosistem pariwisata desa yang kompetitif dan berkelanjutan.
Buku Manajemen Pelatihan Desa Wisata hadir sebagai panduan komprehensif bagi akademisi, pemerintah, praktisi, pendamping, dan pengelola desa wisata dalam merancang, melaksanakan, serta mengevaluasi program pelatihan yang efektif. Pembahasan disusun secara sistematis mulai dari analisis kebutuhan pelatihan (Training Needs Analysis), pemetaan fase perkembangan desa wisata, perancangan tujuan instruksional, penyusunan kurikulum dan silabus, pengelolaan logistik pelatihan, hingga pengembangan modul pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik masyarakat desa.
Mengintegrasikan pendekatan experiential learning, prinsip andragogi, standar kompetensi kepariwisataan, serta model kolaborasi Pentahelix, buku ini menawarkan berbagai kerangka kerja, instrumen, matriks, dan contoh implementasi yang dapat langsung diterapkan dalam penyelenggaraan pelatihan desa wisata. Setiap tahapan dirancang untuk memastikan bahwa program peningkatan kapasitas tidak berhenti pada transfer pengetahuan, tetapi mampu menghasilkan perubahan perilaku, peningkatan kompetensi, dan penguatan kelembagaan masyarakat.
Buku ini memberikan perspektif bahwa keberhasilan desa wisata tidak hanya dibangun melalui pembangunan fisik dan promosi destinasi, tetapi melalui proses pembelajaran yang terencana, terukur, dan berkelanjutan. Dengan demikian, pelatihan bukan sekadar kegiatan pendukung, melainkan investasi strategis dalam membangun kemandirian dan daya saing desa wisata di masa depan.